Warga Kubu Desak Polisi! Tangkap Pemain Sabu Di Kawasan Jalan Paluh Laut & Sungai Tunggak Kepenghuluan Teluk Piyai 

Rohil – Suara keras dan tuntutan tegas kini bergema dari Desa Teluk Piyai, Kecamatan Kubu. Warga tidak lagi bisa diam menyaksikan dua jalur utama pemukiman mereka — Jalan Paluh Laut dan Jalan Dusun Sungai Tunggak — bertransformasi menjadi sarang peredaran narkotika jenis sabu‑sabu yang beroperasi sangat terang‑terangan.

Keresahan memuncak, masyarakat bersatu suara mendesak jajaran Polsek Kubu dan Polres Rokan Hilir untuk bergerak cepat, bertindak tegas, dan segera membersihkan wilayah dari jaringan pengedar yang sudah lama bercokol di sana.

Salah satu perwakilan warga berinisial To, dengan penuh kekhawatiran menyampaikan aspirasi ribuan warga kepada awak media hari Minggu ini. Menurutnya, kedua lokasi itu sudah bertahun‑tahun dikenal sebagai titik rawan, namun anehnya hingga detik ini belum pernah sekalipun digerebek atau ditindak tegas oleh aparat. Ketiadaan tindakan hukum itu membuat para pelaku makin merasa kebal hukum, berani bertransaksi di siang bolong, dan perlahan meracuni lingkungan serta masa depan generasi muda desa tersebut.

“Kami minta tindakan tegas dan cepat! Dua jalan itu sekarang seperti markas mereka. Sabu beredar bebas, pembeli datang silih berganti, semua warga tahu siapa saja yang bermain, tapi kok dibiarkan saja? Ini bahaya besar. Anak‑anak muda kami jadi korban, kerawanan sosial makin tinggi. Kami sudah tidak nyaman, tidak aman tinggal di sini,” ujar To dengan nada mendesak.

Secara lugas dan berani, warga menunjuk siapa saja sosok kunci yang diduga menjadi otak pengendali di kedua wilayah itu, yang hingga kini masih beraktivitas bebas: Jalan Paluh Laut: Dikuasai oleh dua sosok berinisial R dan P, yang sudah lama menjadi aktor utama pasokan dan penjualan di kawasan tersebut dan di Jalan Dusun Sungai Tunggak: Diduga dikendalikan oleh inisial F, yang jangkauan operasinya bahkan merambah hingga ke kawasan Paluh Laut.

“Mereka bertiga yang kami maksud. Nama mereka sudah jadi rahasia umum. Kami sudah tahu siapa, di mana tinggal, dan kapan mereka beraktivitas. Yang kami minta hanya satu: Polisi gercep! Segera tangkap mereka, gerebek tempatnya, dan berikan efek jera. Jangan sampai desa kami dicap selamanya sebagai desa narkoba,” tegasnya.

Warga menegaskan, mereka siap mendukung penuh dan membantu aparat kepolisian, mulai dari menjadi saksi, memberikan informasi detail, hingga mengamankan lingkungan saat operasi berlangsung. Masyarakat hanya menginginkan satu hal: Desa Teluk Piyai kembali aman, bersih, dan bebas dari jeratan narkotika.

Kini seluruh mata warga tertuju pada kepolisian. Apakah tuntutan keras ini akan segera dijawab dengan operasi nyata? Atau warga harus terus menunggu dalam kekhawatiran? Warga berharap, berita ini menjadi sinyal kuat agar penindakan segera dilakukan demi keamanan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *